Berikut adalah beberapa petikan wawancara antara Kees Snoek dengan Pramoedya Ananta Toer. Ini antara sesi wawancara yang menarik setelah aku habis baca buku ni tadi. Banyak orang menganggap Pram sebagai seorang penulis berfahaman komunis. Banyak juga yang menuduh beliau sebagai athies.Aku pula menuduh Pramoedya sebagai sesusuk penulis hebat yang pekat dengan kemanusiaannya.
Kees Snoek : Apa Pak Pram tidak memperthankan ide-ide Marx?
Pak Pram : Saya tidak pernah mempelajari ajaran Marx, jadi saya tidak kenal betul Marx itu. Saya dalam pandangan saya hanya berpihak pada yang adil, benar, dan berperikemanusiaan. Itu saja. Jika ada partai yang lebih adil, saya bantu, saya sokong dia. Lebih dari itu tidak.
Kees Snoek : Tapi Anda pada tahun 50 an mulai bersimpati kepada komunisme, apakah itu benar?
Pak Pram : Tidak, saya hanya mendukung parti yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan, hanya itu.
m/s 135-136
Kess Snoek : Maafkan saya pak, tetapi saya perlu mengulangi sesuatu yang telah disebut berulang kali. Pada awal tahun 60 an, anda melawan pengarang-pengarang lainnya?
Pak Pram : Ya, itu benar.
Koes Snoek : Apakah itu bukan menghalangi orang lain untuk mengungkapkan individualisme mereka?
Pak Pram : Bersilahkan! Bersilahkan saja! Tetapi tidak ada seorangpun menjawab selama ini.
m/s 143
Koes Snoek : Bagaimana anda mengadakan hubungan dengan Tuhan?
Pak Pram : Lewat semadi. Tidak bisa dijelaskan, karena ini merupakan pengalaman yang sangat peribadi.
m/s 168
Koes Snoek : Menurut anda, apakah politisi sekarang mengenal Multatuli?
Pak Pram : Saya yakin politisi sekarang tidak membaca apa-apa.
Koes Snoek : Tidak apa-apa?
Pak Pram : Tidak membaca apa-apa.
m/s 171-172

